Pada akhir pekan, saat matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya,
orang-orang masih terlelap tidur, namun botol susu, tempat makan, dan
botol minuman berbahan plastik itu sudah berbaris rapih seakan sedang
upacara bendera. Tepat di belakang botol itu ada seorang pemuda bertopi
coklat dengan sorot mata yang tajam.
Barisan benda plastik adalah itu, adalah barang dagangannya, Abdul Muis
harus merapihkan barang sebelum para pembeli berdatangan. Pemuda
kelahiran Cirebon 7 Januari, telah berjualan selama kurang lebih 2,5
tahun, bertempatkan di pasar Sandratex Ciputat Tangerang Selatan
(Tangsel), yang memang kebetulan pasar itu, bukan pada hari Sabtu dan
Minggu.
”Untuk lebih tepatnya, saya berjualan dimulai semenjak bulan Ramadhan
1431 H lalu” ujarnya sambil mengambil secangkir kopi yang ada
disebelahnya. Hal ini harus ditempuhnya tak lain bertujuan untuk
meneruskan pendidikan saya. Sekarang saya sudah semester VII, Jurusan
Psikologi, UIN Jakarta.