Menurut
penelitian yang dilakukan Ikhsan dan Ane (2007:4) mengenai semakin tinggi
partisipasi yang diberikan kepada bawahan, bawahan cendrung berusaha agar
anggaran yang mereka susun mudah dicapai, salah satu cara yang ditempuh adalah
dengan melonggarkan anggaran atau menciptakan senjangan anggaran. Menurut
penelitian Hermanto (2003:91), partisipasi juga menghasilkan peluang yang lebih
besar dari bawahan untuk menciptakan senjangan anggaran karena dengan pemberian
rewards perusahaan kepada bawahan
didasarkan pada pencapaian anggaran, maka penilaian kinerja yang baik.
Sehingga, pada organisasi yang memberikan rewards
berdasar pencapaian anggaran adalah positif.
Penelitian yang dilakukan Siahaan (2006:262)
juga menunjukan bahwa partisipasi penganggaran berpengaruh posistif dan
signifikan terhadap senjangan. Partisipasi dalam anggaran berarti memungkinkan
timbulnya kesempatan bagi manajer untuk menentukan sendiri alokasi sumber daya
yang diperlukan dan pencapaian target dalam anggaran sehingga kesempatan berpatisipasi
digunakan untuk menciptakan senjangan anggaran. Temuan ini membuktikan bahwa
keikutsertaan manajer dalam proses penyusunan anggaran akan menyebabkan
terjadinya manipulasi kapabilitas produktif yang sesungguhnya oleh manajer
karena mereka memiliki informasi pribadi yang tidak diketahui oleh atasannya.
Hasil penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh
Camman (1976) dan Dunk (1993). Camman (1976) dan Dunk (1993) dalam Ikhsan dan
Ane (2007:2-3) menyatakan bahwa
partisipasi dapat mengurangi konflik potensial antara tujuan individu
dengan tujuan organisasi sehingga kinerja bawahan meningkat. Melalui
partisipasi, atasan dapat memperoleh informasi mengenai lingkungan yang sedang
dan akan dihadapi. Sehingga partisipasi
cenderung mengurangi budgetary
slack. Berdasarkan penelitian Ikhsan
dan Ane (2007), Hermanto (2003), serta Siahaan (2006), dapat disimpulkan bahwa
partisipasi anggaran akan berpengaruh secara signifikan terhadap senjangan
anggaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar