Al-Qur’an Surat Al-Baqoroh ayat 183
''Hai orang-orang yang
beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas
orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertakwa.''
Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan
dinaungi oleh bulan yang agung lagi penuh keberkahan. Bulan yang di dalamnya
ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang Allah telah
menjadikan puasanya suatu fardhu (kebajikan yang diharuskan) dan berjaga (untuk
beribadah) di malam harinya suatu tathawwu' (kebajikan yang sangat
dianjurkan). Barang siapa mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu
pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu
fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa menunaikan suatu fardhu di dalam
bulan Ramadhan samalah dia dengan orang yang mengerjakan tujuh puluh fardhu di
bulan yang lain.
Melihat dari firman Allah SWT di atas, maka
Puasa dimaksudkan agar kita bertaqwa kepada Allah SWT.orang
yang berpuasa adalah orang yang terdekat dengan Tuhannya. Saat perutnya kosong,
hatinya bersih, ketika hatinya merasakan kepuasan, saat rongga perutnya
merasakan haus, dan saat matanya menangisakan permohonan magfiroh dari Allah. Ramadhan bagi umat Islam bukan sekedar salah
satu nama bulan qomariyah, tapi dia mempunyai makna tersendiri. Ramadhan bagi seorang
muslim adalah rihlah dari kehidupan materialistis kepada kehidupan ruhiyah,
dari kehidupan yang penuh berbagai masalah keduniaan menuju kehidupan yang
penuh tazkiyatus nafs dan riyadhotur ruhiyah. Kehidupan yang penuh
dengan amal taqorrub kepada Allah, mulai dari tilawah Al-Qur'an, menahan
syahwat dengan shiyam, sujud dalam qiyamul lail, ber'itikaf di masjid, dan
lain-lain.Semua ini dalam rangka merealisasikan inti ajaran dan hikmah puasa
Ramadhan.
Syaikh
'Aidh Abdullah Al-Qarnidalam kutipannya 30 Renungan Ramadhan, mengungkapkan 13
hikmah dari puasa, yaitu:
·
Pertama, puasa mempersempit aliran
makanan dan darah yang notabene merupakan aliran setan, sehingga dengan
demikian bisikannya menjadi sedikit.
·
Kedua, puasa melemahkan syahwat,
hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga ruh menjadi tak ternoda.
·
Ketiga, puasa mengingatkan orang
yang berpuasa bahwa di antara saudara-saudaranya yang berpuasa ada yang
kelaparan, membutuhkan pertolongan, fakir, dan miskin. Ibadah puasa mendidik
pelakunya agar ia mau mengasihi, menyayangi dan menolong mereka.
·
Keempat, puasa adalah media
pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan, dan menjaga anggota
tubuh dari dosa.
·
Kelima, puasa adalah rahasia antara
hamba dan Tuhannya. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan, Allah SWT berfirman,
''Setiap amal anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Ia adalah untukku, dan
Aku sendiri yang akan membalasnya.'' Sebab, tak ada yang mengetahui puasa
seseorang kecuali Allah SWT.
·
Keenam, para salaf, berdasarkan
riwayat yang shahih, duduk di masjid dengan Alquran mereka; membaca dan
menangis; menjaga lidah dan mata dari hal-hal haram.
·
Ketujuh, puasa
adalah alat pemersatu kaum Muslimin. Mereka berpuasa pada waktu bersamaan, dan
buka pada saat yang sama pula. Merasakan lapar bersama, makan bersama, dengan
rukun dan penuh persaudaraan, dengan cinta dan kesetiakawanan.
·
Kedelapan, puasa
adalah penghapus kesalahan dan penyirna kejahatan. Nabi bersabda, ''Dari satu
Jumat ke Jumat lain, dari satu umrah ke umrah lain, dari satu Ramadhan ke
Ramadhan lain adalah kaffarat (penghapusan dosa-dosa) selama bukan termasuk
dosa besar.''
·
Kesembilan, puasa
sungguh sehat untuk tubuh, sebab ia mengosongkan perut dari semua materi yang
destruktif, mengistirahatkan pencernaan, dan membersihkan darah. Selain itu,
menormalkan kerja hati, ruh menjadi cerah, jiwa menjadi bersih, dan akhlak
menjadi terbina karenanya.
·
Kesepuluh, bila
seseorang berpuasa, maka dirinya terasa kerdil di hadapan Allah; hatinya mudah
terenyuh; rasa rakusnya menipis; syahwatnya sirna; sehingga dengan demikian
doanya dikabulkan karena kedekatannya kepada Allah SWT.
·
Kesebelas, dalam
puasa terdapat rahasia agung, yakni ketaatan menyembah Alah SWT, patuh atas
segala perintah-Nya, tunduk kepada syariah-Nya, meninggalkan hasrat makan,
minum dan bersetubuh untuk mencari keridhaan-Nya.
·
Kedua belas, puasa
merupakan kemenangan seorang Muslim mengalahkan hawa nafsunya; kemenangan
seorang Muslim atas dirinya.
·
Ketiga belas, puasa
adalah eksprimen luar biasa bagi jiwa agar ia berada pada kondisi siap seratus
persen untuk menanggung beban dan menghadapi persoalan; siap menunaikan
pekerjaan-pekerjaan penting dan agung seperti jihad fi sabilillah; menginfakkan harta benda di jalan Allah dan
berkurban.
Ramadhan bulan Penuh
Anugerah, Penuh Berkah, dan Penuh Rahmat serta Penuh Rejeki bagi umat muslim. Barang siapa memberi makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa,
adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya sehingga dia
terbebas dari neraka, dan baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakan
puasa itu tanpa sedikitpun berkurang. Para sahabat berkata: "Ya
Rasulullah, tidak semua di antara kami memiliki makanan berbuka puasa itu untuk
orang yang berpuasa." Maka Rasulullah bersabda: "Allah memberikan
pahala kepada orang tersebut meskipun hanya memberikan sebutir korma, atau
seteguk air, atau sehirup susu."
Ramadhan adalah bulan yang permulaanya rahmat, pertengahnya ampunan, dan
akhirnya bebas dari neraka.Barang siapa meringankan beban pembantu atau
karyawanya, Allah pasti mengampuni dosanya dan membebaskanya dari neraka.Karena
itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara yang kamu
lakukan untuk menyenangkan Tuhanmu dan dua perkara lagi untukmu yang sangat
kamu butuhkan.Dua perkara yang untuk menyenangkan Allah, adalah mengakui dengan
sesungguhnya tidak ada Tuhan selai Allah dan mohon ampun kepada-Nya.Dua perkara
lagi yang sangat kamu butuhkan, adalah mohon surga dan berlindung dari neraka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar