Senin, 04 Februari 2013

Pemuda Jujur; Pemuda Hebat*



Pemuda dan mahasiswa adalah muda-mudi harapan bangsa. Katanya. Juga generasi pembaharu, bukan generasi penerus segala kecurangan dan kekurangan generasi sebelumnya. Sejarah Bangsa Indonesia bahkan dunia telah membuktikan bahwa pemuda dan mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah berhasil meluruskan hal-hal yang menyimpang, menyadarkan hal-hal yang keliru, berbicara keadilan di mata hukum, bahkan menumbangkan rezim yang tidak berpihak pada rakyatnya.
            Jika kita perhatikan secara seksama, sepanjang tahun 2012 media massa di Indonesia ramai-ramai memberitakan banyaknya kasus korupsi di negeri yang katanya tanahnya tanah surga ini. Hartati Murdaya, Muhammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Mindo Rosalina, mereka adalah satu diantara sekian banyak orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Beberapa orang yang disebutkan diatas ditetapkan sebagai tersangka karena mereka korupsi atau bahasa halusnya mereka belum bisa bersikap jujur. Model korupsi yang dilakukan pun beraneka ragam, mulai dari menyuap, melakukan mark up anggaran, hingga melakukan gratifikasi “Seks”.

Selasa, 02 Oktober 2012

Kritik Buat Mahasiswa*

o..o.o…o..o..o..o..o..o..o….krisis pemuda melanda negeri tercinta (Iwan Fals)

Mahasiswa perlu wadah untuk menumbuhkan sikap kritisnya, dan wadah yang paling tepat adalah dengan berorganisasi (Ade Faizal Alam)

Sejarah Bangsa Indonesia bahkan dunia telah membuktikan bahwa mahasiswa sebagai kaum terpelajar telah berhasil meluruskan hal-hal yang menyimpang, menyadarkan hal-hal yang keliru, berbicara keadilan di mata hukum, bahkan menumbangkan rezim yang tidak berpihak pada rakyatnya.
Maka, mahasiswa pun mendapat julukan sebagai agen perubahan, kaum intelektual, kaum terpelajar, dan kaum yang dianggap masyarakat sebagai kaum elit intelek. Oleh karena itu, masyarakat menganggap mahasiswa memiliki kemampuan berfikir lebih, memiliki pengetahuan yang luas, mampu menganalisa dan menyelesaikan masalah.
Dan ternyata lain dulu, lain sekarang, untuk saat ini mahasiswa lebih banyak tidak menyadari akan peranannya yang begitu penting dalam masyarakat. Mahasiswa perlu menyadari bahwa estafet kepemimpinan bangsa saat ini menjadi tanggung jawab kita selaku generasi penerus kelak. Belakangan ini, mahasiswa lebih senang dan bangga menyibukkan diri dengan aktivitas kuliah, tanpa menyadari apa tujuan kuliah? Apa gunanya Kuliah? Dan tanggung jawab apa yang diemban selama berstatus sebagai mahasiswa?

Jumat, 20 Juli 2012

Benahi Student Government, Demi Kedaulatan Mahasiswa


Pendahuluan
Benedict Anderson, seorang Indonesianist mengungkapkan bahwa sejarah Indonesia adalah sejarah pemudanya. Pernyataan Ben Anderson ini tidak salah memang apabila dikaitkan dengan sejarah panjang bangsa Indonesia, dimana pemuda menjadi actor dari setiap langkah perjalanan bangsa Indonesia. Jika pemuda angkatan 1908 berhasil memupuk bibit nasionalisme, pemuda angkatan 1928 sukses menggalangkan ideologi persatuan nasional, sedangkan pemuda angkatan 1945 mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Untuk angkatan 1966, 1974, hingga 1990an  bisa dikatakan hanya mampu memerankan dirinya sebatas kekuatan korektif.
Baik buruknya bangsa dan maju mundurnya masyarakat sangat ditentukan oleh komunitas pemuda, karena pemuda memiliki peran sentral dan strategis. Tidak berlebihan bila Lipset (1961) mengatakan bahwa merencanakan masa depan tanpa memperhitungkan dinamika pemuda adalah kesalahan besar. Akan tetapi, persoalan yang kemudian muncul adalah bagaimana memformulasikan gerakan yang lahir dari tangan para pemuda agar peran kepemimpinan, Idealisme, dan kekuatan pengubah yang dimilikinya dapat terus dipertahankan sebagai salah satu kekuatan inti perubahan dalam kehidupan berbangsa bermasyarakat dan bernegara.  

Budaya Organisasi: Antara Komitmen dan Loyalitas

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang diberikian kemampuan lebih oleh sang pencipta. Sehingga manusia mampu bertahan dan beradaptasi dengan linkungan yang berubah degan ekstrimnya. Kemampuan dasar yang mampu membuat manusia berdapaptasi sedemikian ekstrimnya adalah keyakinan, emosional,dan logika. Dalam hal ini keyakinan merupakan pucak tatanan dari emosional dan logika. Sehingga emosional dan logika akan berbasis pada keyakinan sebagai dasar dalam berpijaknya. Keyakinan tersebut bsia berbentuk agama atau kepercayan sedang kan emosinal bisa berupan persaan adan kejiawaan dan logika adalah alat untuk menagani hal yang bersifat materi.

Kompensasi dan Kepemimpinan

Dalam rangka mencapai tujuan nasional yaitu masyarakat yang adil dan makmur, merata material dan spiritual yang mencakup semua bidang dan aspek kehidupan bangsa dan sesuai dengan cita-cita yang terkandung dalam UUD 1945 yang dijiwai Pancasila, maka pembangunan nasional diarahkan pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Sehingga manusia tidak hanya menjadi subjek tetapi juga menjadi objek dari pembangunan itu sendiri. Jadi tujuan pembangunan tersebut adalah pembangunan Sumber Daya Manusia dan kemanusiaan seutuhnya.
Dewasa ini perhatian terhadap sumber daya manusia mendapatkan prioritas yang sangat tinggi dari perusahaan, mengingat keberlangsungan usaha sebuah perusahaan tergantung pada sumber daya manusia itu sendiri, perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya untik mengahsilkan barang dan jasa bertujuan untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaan dengan cara menghasilkan laba yang semaksimal mungkin. Hal ini dapat tercapai dengan selalu memperbaiki manajemen perusahaan terutama dalam kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia serta berbagai aspek yang terkait dengan organisasi  perusahaan. Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak akan terpisahkan dari manajemen pada umumnya yakni merupakan kunci utama dalam pencapaian tuujuan organisasi, sebagai factor utama manajemen SDM pantas dihargai bukanlah lagi hanya sebagai barang, suatu benda mati yang diperlakukan sekehendak hati majikan melainkan benar-benar sebagai sumber daya yang memiliki keinginan dan kebutuhan manusiawi dan mendapatkan perhatian mendalam dari pihak majikan agar prestasi mereka selaku sumber daya manusia dapat dilipatgandakan. Sumber daya manusia merupakan asset strategis dalam menciptakan keunggulan bersaing secara berkelanjutan (Queleh dalam M. Wahyudin,2000:42)